SAMARINDA – Upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan aman bagi santri di Kalimantan Timur mendapatkan momentum penting. Bertempat di Pondok Pesantren Nabil Husein, Samarinda, pada Selasa (28/07/2026), dilaksanakan Deklarasi Gerakan Nasional Ramah, Aman, Nyaman, Anak (GERNAS RANA) serta pembentukan Satuan Tugas (SATGAS) Pesantren Ramah Anak (PRA) se-Kalimantan Timur.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Program Pengembangan Pesantren Ramah Anak. Acara ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Kalimantan Timur, tokoh agama, pimpinan organisasi keagamaan, serta pimpinan pondok pesantren dari berbagai kabupaten/kota.

Dalam agenda strategis tersebut, Pondok Pesantren Nurul Hikmah, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), secara resmi ditunjuk sebagai salah satu Satuan Tugas (Satgas) Pesantren Ramah Anak (PRA). Penunjukan ini menempatkan Ponpes Nurul Hikmah sebagai garda terdepan dalam implementasi standar perlindungan anak di wilayah PPU.

Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah yang hadir dalam deklarasi tersebut menyatakan kesiapannya untuk menjalankan amanah tersebut. "Penunjukan ini adalah tanggung jawab besar sekaligus kehormatan bagi kami. Kami berkomitmen untuk terus berupaya menciptakan ekosistem pesantren yang inklusif, menjamin perlindungan hak-hak santri, dan memastikan lingkungan belajar yang bebas dari segala bentuk kekerasan," ujarnya.

Pembentukan Satgas PRA ini diharapkan mampu menjadi sistem pendukung (support system) dalam pengawasan, pencegahan, dan penanganan isu-isu kekerasan di lingkungan pendidikan pesantren. Dengan adanya GERNAS RANA, diharapkan seluruh pondok pesantren di Kalimantan Timur dapat bertransformasi menjadi tempat yang tidak hanya unggul secara akademis dan religius, tetapi juga aman, ramah, dan nyaman bagi tumbuh kembang anak.

Acara deklarasi diakhiri dengan penandatanganan komitmen bersama antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan para pimpinan pondok pesantren se-Kalimantan Timur untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang lebih baik di masa depan.