PENAJAM — Memasuki 17 Rabiul Awal 1448 Hijriah yang bertepatan dengan Ahad (30/8/2026), Pondok Pesantren Nurul Hikmah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan suasana penuh khidmat, kehangatan keilmuan, dan kebersamaan.
Rutinitas bermaulid di Ponpes Nurul Hikmah dilaksakan setiap hari dengan membaca solawat wajib 10 kali di pagi hari dan 10 kali di waktu petang, dan pembacaan Maulid Barzanji di setiap Kamis malam Jum'at.
Pada tahun ini, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga dilakukan pada bulan kelahiran beliau, yaitu Rabiul Awwal. Adapun rangkaian kegiatan telah dimulai sejak sepertiga malam terakhir. Para santri dan dewan guru melaksanakan salat tahajud (qiyamullail), dilanjutkan dengan salat subuh berjamaah dan zikir pagi yang berlangsung khusyuk di masjid utama pesantren.

Kegiatan ini diikuti oleh semua guru-guru pondok, santri, serta mengundang wali santri yang juga sekaligus bertepatan dengan waktu sambangan santri setiap dua pekan sekali.
Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hikmah menyampaikan makna mendalam di balik susunan acara tersebut. Secara filosofis, Rasulullah SAW dilahirkan pada waktu sebelum subuh di Kota Makkah. Dikarenakan jarak geografis Indonesia yang jauh, momentum tersebut diibaratkan sebagai kabar gembira yang baru sampai ke tanah air selepas subuh. Oleh karena itu, rutinitas ibadah harian seperti salat subuh dan zikir tetap dijalankan terlebih dahulu, sebelum menyambut kabar kelahiran Sang Baginda Nabi melalui majlis ilmu.
Sebagai wujud penerimaan atas informasi keagungan tersebut, agenda dilanjutkan dengan pembacaan dan ijazah Kitab Bidayatus Su'ul fi Tafdhil Ar-Rasul karya ulama besar Sulthanul Ulama Imam Izzuddin bin Abdissalam. Sesi keilmuan ini diampu langsung oleh Ustaz Abdan Abdila, M.Ag., pengajar pesantren yang juga merupakan alumni Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Melalui kitab ini, para santri diajak untuk mengenal lebih dekat sosok, martabat, serta keutamaan Nabi Muhammad SAW secara ilmiah dan kontekstual.
Usai menimba ilmu, suasana berpindah pada ekspresi kegembiraan dan rasa syukur mendalam. Seluruh jamaah melantunkan bait-bait syiir 'Iqdul Jauhar fi Maulid Nabiyyil Azhar (Maulid Al-Barzanji). Pujian dan salawat mengema, membawa atmosfer haru dan cinta kepada Rasulullah SAW.
Seluruh rangkaian acara maulid diakhiri dengan tradisi kebersamaan, yakni sarapan nasi kebuli bersama di koridor Masjid pesantren.
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Keberhasilan acara maulid ini tidak lepas dari sinergi serta kerja sama yang solid antara pihak pengurus yayasan, dewan guru, serta dukungan dan donasi dari seluruh wali santri Pondok Pesantren Nurul Hikmah.








